Tuesday, February 12, 2013

IMLEK di Semawis


 
Disini saya bertemu dengan seorang bapak asli keturunan Tionghoa. Beliau menceritakan bahwa di Semarang ini tradisi perayaan imleknya cukup unik dan terbilang tidak ada di daerah lain. Ya, Gamelan. Entah bagaimana sejarahnya saya belum menemukan mengapa ada perayaan Imlek namun juga menggelar gamelan beserta ketopraknya.


Setelah mengikuti beberapa sesi, ternyata pemain-pemain ketoprak ini berasal dari mahasiswa Fakultas Bahasa dan Seni Unnes



Lanjutlah sesi hunting saya sampai ahirnya menemukan klenteng yang cukup unik. Sepertinya milik yayasan tridharma kalau tidak salah. di sebelah klenteng itu terdapat tempat ibadah untuk umat Budha.

FYI aja , Semawis adalah ungkapan bahas jawa kuno untuk nama Semarang. pasar Semawis atau dikenal juga sebagai warung semawis adalah pasar malam di daerah pecinan kota Semarang. Pasar ini awalnya merupakan gagasan dari perkumpulan Kopi Semawis (Komunitas Pecinan Semarang Untuk Pariwisata). Pasar Semawis bermula dengan diadakannya pasar Imlek Semawis tahun 2004.

Pasar Semawis terletak di Gang Warung. Untuk menuju kesana ada beberapa jalan yang bisa dipilih :
Dari jalan Gajah Mada dapat masuk lewat jalan Wot Gandul barat-Plampitan-Kranggan-Parkir di jalan Benteng.

Dari jalan Gajah Mada, juga dapat masuk langsung ke jalan Kranggan lewat perempatan Depok. 
Jalur lain adalah melalui Pasar Johar. Masuk lewat Pekojan-Parkir di jalan Gang Pinggir.

Setiap ahir minggu malam saat warung Semawis digelar, beberapa jalan di pecinan ditutup salah satu ujungnya, yaitu jalan Gang Besen, Gang Tengah, Gambiran, Gang Belakang dan Gang Baru. jalan-jalan tersebut digunakan untuk parkir kendaraan pengunjung Pasar Semawis.

Semalam Di SampooKong

Versi HDR 

Didepan Sampookong setelah semalam muterin Semarang bersama Lia , Ola, Om Bonchu, Hendra, Ina berahir disini. entah mengapa kok sampai pagi betah bermelek-melek merasakan hawa dingin di depan sampookong. nah dibawah ini dia yang lagi "nggembel"..hehe :D


Merti Desa Gunung Condong Kec.Bruno Kab purworejo

Merti Desa merupakan acara syukuran penduduk desa yang dilakukan dengan harapan panen padi mendatang lebih baik. Selain itu juga acara ini untuk mendoakan para pepunden. Acara ini biasanya dilaksanakan tiga tahun sekali. Beruntung saya yang tadinya ingin berangkat ke Semarang, tiba-tiba diajak untuk ke Kec.Bruno Kab.Purworejo. 
Ada yang sangat menarik disana. Ada sebuah ribuan ayam bakar yang ditata sedemikian rupa. Kalau saya tidak salah informasi, ada sekitar 2000 ekor ayam yang ada di tahn 2012. Ingkung/ayam bakar ini biasanya ditata menjadi sebuah ambeng. Nah uniknya ambeng ini di nilai oleh tim panitia. Ambeng yang paling bagus dan paling banyak berisi ingkung dialah pemenangnya. Pada kesempatan ini, ambeng yang paling banyak berisi 500 ekor ayam. Saat itu rasanya saya terjun ke lautan ingkung. hehe :D



Foto diatas saya ambil di depan salah satu rumah warga. Saya menunggu cukup lama untuk menanti ada orang lewat sebagai pembanding objek. Ibu yang dipojokan itu saya panggil supaya mau mendekat lagi. Akan tetapi beliau malu dan hanya mau disana saja. Tinggi tatanan ayam tingkat pertama kurang lebih sejajar dengan paha ibu itu.
Foto sebelah kanan adalah tatanan ambeg





Labels: , , ,